Malnutrisi Sebabkan Penurunan Produktivitas di Masa Tua

Malnutrisi Sebabkan Penurunan Produktivitas di Masa Tua

Others

Tercatat pada Hari Kesehatan Nasional tahun 2019 lalu, perusahaan kawakan NHS atau yang juga akrab disebut sebagai Nestle Health Science melalui produk Boost Optimum mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih memperhatikan kesehatan dari para lansia supaya mereka tetap bersemangat dalam menjalani sekaligus meraih mimpinya.

Sederhana. Definisi bahagia bagi seorang lansia sangatlah sederhana, hanya dengan kondisi sehat, mampu bergerak aktif dan juga produktif. Sayangnya, tidak semua lansia bisa memenuhi definisi tersebut mengingat timbulnya beberapa faktor, misalnya saja terkait dengan malnutrisi alias kekurangan nutrisi dalam tubuhnya.

Korelasi Malnutrisi dan Penurunan Produktivitas Lansia

Dikutip dari laman NHS, malnutrisi merupakan kondisi ketidakseimbangan antara kebutuhan energi dan asupan gizi penuhnya guna mendukung pertumbuhan, pemeliharaan, serta kerja fungsi spesifik dari tubuh yang sehat. Pada lansia, kondisi seperti ini dimungkinkan akan meningkatkan resiko timbulnya infeksi, sakoropenia, penurunan kekebalan tubuh, hingga frailty syndrome.

Dr.dr. Purwita Wijaya Laksmi, selaku dokter spesialis geriatri, menyebutkan bahwa masih cukup banyak lansia di indonesia yang mengalami malnutrisi, padahal asupan gizi seimbang memegang peranan yang sangat penting dalam membantu tubuh lansia supaya tetap sehat dan bugar.

Lebih jelasnya, Dr. Purwita menjelaskan akan terjadi penurunan fungsi tubuh dan perubahan metabolisme seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Sehingga mereka lebih rentan terserang beragam penyakit dan kehilangan massa ototnya.

Ia juga menjelaskan jika kekurangan asupan gizi pada lansia bisa menyebabkan penurunan berat badan, kehilangan kekuatan otot, terus merasa lelah, tidak berenergi dalam menjalani aktivitas harian, mudah sakit, daya ingat melemah, serta membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa sembuh total dari sebuah penyakit.

Selaras dengan hal tersebut, dr. Yulia Megawati yang menjabat sebagai Marketing Manager Nestle Health Science, menjelaskan jika NHS telah berkomitmen untuk mengembangkan terapi gizi sebagai solusi atas persoalan perawatan kesehatan di Indonesia.

NHS secara gamblang mengeluarkan gagasannya melalui produk Boost Optimum yang diklaim mampu memenuhi kecukupan gizi guna menunjang aktivitas harian para usia lanjut.

Diketahui, Boost Optimum mengandung beberapa nutrisi penting penunjang sistem imun lansia. Sebut saja vitamin B6, B12, D, E, dan lactobacillus paracasei (probiotik), serta serat pangan inulin dan fructi-oligosaccharides (prebiotik). Dimana probiotik dan prebiotik sendiri berguna menjaga kesehatan pencernaan lansia.

Sejatinya, tubuh lansia memerlukan asupan makro yang terdiri dari lemak, karbohidrat, dan protein. Serta gizi mikro meliputi vitamin dan mineral. Pada tahap ini, protein yang mencukupi diperlukan untuk membantu meningkatkan mobilitas dan meningkatkan massa otot lansia.

Sebagaimana disarankan oleh Nestle Health Science, prebiotik dan probiotik berfungsi membantu pemulihan keseimbangan bakteri baik dalam sistem pencernaan manusia, terutama di dalam usus. Untuk itu, pastikan untuk banyak mengkonsumsi serat dan vitamin lain dalam jumlah cukup.